Jumat, 13 Juli 2012

(2Shoot) MY NAME


Tittle      : My Name
Author  : Awessong
Cast : cari sendiri (?)
Gendre   : Romance
Lenght   : 2shoot
Rating   : PG17

-------------------------------------------------------------------------------------------

“Cek sound.. hana dul set..ehmm” gumam seorang teknisi saat ia sedang mengecek mic yang akan dipakai berfungsi secara baik atau tidak. Setelah memastikan, teknisi itu mengacungkan jempolnya pada seseorang lagi yang beridiri di samping panggung. Aku duduk di tempat yang kurang strategis, jauh dari speaker kemungkinan suara yang akan ku dengar kurang bagus dengan posisi yang seperti ini, yaaa tak apalah yang kutunggu hanya pengumuman itu. 
Semua siswa sudah mulai memasuki auditorium, semacam tempat pentas yang sering dipakai sekolah untuk acara tertentu. Pada umumnya mereka datang karena akan mendengarkan pengumuman pemenang dari Singing Contest yang diadakan sekolah. Sama seperti mereka, aku juga sangat tidak sabar mendengarkan siapa yang akan keluar menjadi pemenang di salah satu acara besar sekolah ini. Apakah aku atau orang lain, yak aku juga mengikuti Singing Contest ini. Hadiah yang lumayan menggiurkan membuatku terajak untuk mengikuti contest ini, lagi pula aku suka bernyanyi dan mahir memainkan beberapa alat musik, teman – temanku juga sangat mendukungku, mereka percaya kalau aku akan menang. Dan aku tidak mau menyianyiakan kepercayaan teman temanku itu.
Suara bising tiba tiba menghilang saat kepala sekolah memasuki panggung dan berdiri diatas podium, saatnya pengumuman itu dibacakan. Sebelumnya beliau memberikat sepatah dua patah kata yang ingin ia sampaikan, yah kurang lebih tentang bangganya ia dengan siswa-siswi yang ia punya dan bla bla bla. Kurasakan atmosfer ketegangan mulai tercipta saat kepala sekolah Kim mengeluarkan sebuah amplop yang kupastikan isinya merupakan secarik kertas berisikan pemenang dari Singing Contest tahun ini. Dugudugdugudugdugudug..... kurang lebih begitu suara jantungku saat ini. Aku mulai menutup mataku.
“ ehm.. tidak usah berlama lagi, saya akan membacakan pemenang dari Singing Contest tahun ini. Dan pemenanganya adalah....”  beliau membuka perekat amplop itu dan mengeluarkan kertasnya. Minrin –temanku memegang erat tanganku, tangannya dingin berkeringat.
“ehm.... L..NYINNGGGGGGG” seketika semua orang menutup kupingnya, karena suara nyaring yang keluar dari speaker. kulihat kepala sekolah kim sedikit menjauhkan mic dari wajahnya, rupanya ia berbicara terlalu dekat dengan mic sehingga terjadilah insiden kecil itu “GunWoo...” lanjutnya.
Belum aku mencerna kata kata kepala sekolah Kim, teman teman ku sudah berteriak kegirangan. Aku mencelos sedikit bingung. “yak! Paboya! Namamu yang dipanggil tuh!” ucap Minrin sayup sayup terdengar, tertutup suara teriakan kegembiraan dari teman-teman ku yang lain.
“hah?”  tanyaku seperti orang bodoh. “KAU MENANG PABO!!” teriak minrin, yang kini bisa kucerna dengan cepat.
“na?” kataku kaget sambil menunjuk diriku sendiri, Amazing. Minrin mengangguk aku pun berdiri dan mulai berjalan ke depan panggung. Seperjalanan ku menuju panggung, orang orang terus tersenyum padaku. Aku pun melempar padanganku ke semua penjuru auditorium. Namun aneh, orang-orang di bagian sebelah timur malah menatapku sinis. Aku pun menghiraukanya karena aku sudah sampai di penggir panggung.
“kau Gunwoo?” tanya kepala sekolah Kim, raut wajahnya bingung. Ekspresi yang sama bagi  orang yang baru tau namaku. Aku mengangguk mantap.
“kau seorang yeoja?” tanya beliau lagi. Lagi-lagi pertanyaan yang sama seperti orang orang yang baru pertama mengenalku.
Seo Gunwoo, nama yang biasanya dipakai untuk seorang laki-laki tapi Seo Gunwoo yang ini memakai rok, karena aku seorang perempuan. Lagi lagi aku hanya mengangguk saat orang orang menanyakan apakah aku seorang yeoja atau namja. Ada seorang guru yang memberikan sebuah map, lalu  kepala sekolah Kim  membacanya serius. Lagi ia mebaca map itu, aku menatap keseluruh penjuru auditorium, aku tersenyum saat melihat teman temanku. “aku menang” batinku bergemuruh.
“ nak, siapa namamu tadi?” tanya kepala sekolah Kim.
“Gunwoo, Seo Gunwoo..” kataku sambil tersenyum berseri-seri. Kepala Kim membuka mulutnya, terdengar gumamanya yang seperti telah menemukan sesuatu. Aku mulai merasakan sesuatu yang aneh.
“ sepertinya kau bukan Gunwoo yang kami maksud..” ucap salah astu panitia kepadaku. Otak ku mulai berulah, aku tidak mengerti. “Nee?”
“ kau bilang namanmu Seo Gunwoo, keurom? “ aku mengagguk. “Gunwoo yang kami maksud adalah Lee Gunwoo, dan dia seorang namja” jelas orang itu, kakiku tiba tiba lemas. Mana mungkin bisa mereka salah mengucapkan nama. Mereka kan benar benar memanggil namaku, Seo Gunwoo.
Ohh.. aku lupa, kepsek Kim tadi kurang jelas dalam menyebutkan marganya.
------------________________-------------
Jadi, aku bukan pemenangnya... dan pemenang sebenarnya itu Gunwoo yang lain? Gunwoo? Jadi ada orang lain yang bernama gunwoo yang bersekolah disini? Sial............................
“kau bisa kembali kekursimu..” kata panitia mengagetkanku dari renungan sesaat ku tadi.
Dengan cepat aku melangkah, aku ingin berlari!
Semua orang menatapku aneh, kali ini benar benar aneh. Aku benar benar ingin menangis!
“ Maaf ada kelsalahan, yang kami maksud pemenanganya adalah Lee Gun Woo.. dari kelas 12 b, untuk orang yang bersangkutan silahkan untuk maju dan mengambil piala dari kepala sekolah” jelas salah satu panitia, suasana auditorium mulai bergemuruh. Ada yang tertawa, ada yang heran ada yang kecewa, tapi aku lebih dengar tawaan mereka. Mereka menertawaiku!
                Pasti mereka menganggapku terlalu bodoh dan terlalu percaya diri, AHHH! Aku inigin menangis!
                Aku langsung meniggalkan ruangan tersebut dan lebih memilih pergi ke toilet, kudengar beberapa langkah kaki mengikutiku. Aku mengira itu adalah Minrin dan beberapa temanku yang lain. Mianhae.... aku membuat kalian malu, aku mempermalukan diriku sendiri.
“ Seoyaaa!!” pekik sebuah suara yang kudengar dari dalam toilet, ku tau mereka berada diluar. Aku malu bertemu mereka.
“seoya, ayolah keluar... ini bukan salahmu” kuterka itu adalah suara Minrin, ia tetap saja memanggil nama panggilanku itu.
“yaaak Seo Gun Woo!” pekik salah satu temanku, jelas itu suara Minyoung, dia sedikit galak. Aku pun memberanikan diri untuk keluar.
                Kutatap wajah mereka satu persatu, sangat jelas mereka sangat sedih. Mianhae... T.T
“ sudahalah, itu bukan salahmu. Kepala sekolah yang kurang jelas menyebutkan nama pemenangnya”  ucap Minrin menenangkan ku.
“ tapi aku tidak menang singing contest itu, aku mengecewakan kalian” aduku, tak terasa aku menangis.
“itu tidak apa apa, menang itu bukan segalanya kan, lagi pula kita gak pernah mengharuskan kamu menang di contest ini kan?” Minyoung kali ini mencoba membuatku tenag, dan sedikit berhasil.
“tapi mereka menertawaiku, pasti aku jadi bahan gosip sehabis ini” kataku lagi, ini seperti rengekan.
“abaikan sajalah, tidak usah kau perdulikan orang orang seperti itu..” lanjut Minyoung, aku pun menyeka air mataku.  Kami pun tertawa.
                “ katanya suara Lee Gun Woo itu memang bagus lho!” celetuk Hyerin temanku yang satu ini memang polos, kepolosannya ini membuatku ingin menangis lagi.
                “HYERIN!!!”


Benar saja dugaanku, besoknya satu sekolah membicarakanku, tentang ketololan yang kulakukan kemarin. Mereka memandangiku dengan tatapan aneh, lalu saat aku berlalu kudengar suara gelak tawa mereka, siapa lagi? Mereka pasti menertawaiku. Huft.... sabarrrrrr.
Saat aku masuk ke kelas, kulihat sahabat-sahabatku sedang berkumpul  di bangku Hyerin. Entah apa yang mereka lakukan. Karena penasaran aku pun menghampiri mereka.
“YaaaaaaaaaaaaaaaaHH!!!” ucap mereka berbarengan saat aku samapai ke bangku Hyerin, aku tetap diam karena tidak mengerti.
“kenapa harus mati sih!!” kesal Minyoung, aku lirik kanan kiri, aku masih belum mengerti.
“benar kau tudak bawa casan laptopmu?” Tanya Minyoung pada Hyerin. Hyerin mengangguk pasrah. “semua datanya disana!!” pekik hyerin lalu merengek.
Minrin memandangiku yang kebingungan karena tidak mengerti apa yang yang sedang terjadi sekarang ini. “oh kau sudah datang?” katanya, aku mengagguk.
“apa yang kalian lakukan?”
“ini..Hyerin membawa video-video Gunwoo sedang bernyanyi....”
“ Gun woo?” kataku mengulangi nama yang disebut Minyoung tadi.
“he em.. Lee Gun Woo...” katanya semangat “ kau tau, dia benar benar tampan, dan suaranya merdu... hssss.. bulu kudukku merinding saat mendengar suaranya tadi..” jelasnya, hatiku mencelos dan sedikit tidak percaya dia bisa berkata seperti itu didepanku.
“benarkah?” responku, terdengar sedikit datar tapi Minyoung malah mengangguk manatap.
“benar, pantas saja~~AUUUU!” rintihnya saat Minrin tiba tiba menendang kakinya, hanya minrin yang mengerti perasaanku. Minrin melotot pada Minyoung.
“ehhhmm.. tapi suaramu lebih bagus Seoya...” katanya kali ini dengan berhati-hati, takut takut aku meledak seketika. “tapi aku sarankan kau liahat orangnya dan dengarkan suaranya!” lanjutnya lagi, membuat aku ingin melemparnya dengan sepatuku. Tega nian kau...
“ tidak terimakasih, aku tidak berminat..” kataku dengat datar, lalu meninggalkan mereka.
Kudengar mereka berbisik menyalahkan minyoung yang terlalu antusisas terhadap Lee Gunwoo itu. Jika ia menyesal, itu terlambat. Aku sudah lebih dulu bad mood. Bagaimana tidak? Orang orang yang kuharapkan bisa membuat keadaan ku lebih baik hari ini malah menjadikannya lebih buruk, mereka yang menyemangatiku untuk menghiraukan insiden kemarin tapi mereka sendiri yang membuatku terus memikirkan hal itu.
 Akupun duduk di sudut ruangan kelas. Sambil memadangi suasana lapangan yang ramai, aku memang memandangi orang orang yang sedang bersiap berolah raga. Tapi aku malah memikirkan si Lee Gunwoo itu, aku sendiri baru tau kalau disekolah ada nama yang hampir serupa denganku ini. Aku benar-benar tidak tau ada murid laki-laki bernama Lee Gunwoo. Seperti apakah bentuknya? Bagaimana saat ia bernyanyi?  Kenapa namanya bisa sama denganku? Huffttt... aku penasaran.
“ dia memang kurang terkenal, orangnya sangat tertutup, sedikit orang tau tentangnya, jadi sekalinya orang tau tentangnya, tentang kelebihanya.. itu seperti gossip terbaru yang sedang hangat... semua orang membicarakanya.. lebih banyak orang-orang membicarakanya karena penasaran... seperti minyoung” jelas Minrin yang tiba tiba sudah muncul di depanku.
“oh..” responku malas. “minrinaaa... lama lama aku jadi membenci Lee Gunwoo itu, entah kenapa aku sangat kesal padanya, juga kesal padaku”
“sudahlah...Jangan kau memikirkan soal Lee Gunwoo terus, yang kau fikirkan harusnya tentang Seo gunwoo, tentang mu untuk kedepannya..” katanya mulai mengeluarkan kata bijaknya. Akupun mengangguk.
                “mm nee..gumawo Minrinaaa” kataku sambil mencoba tersenyum


                Berkat keahliannya dalam mengambil hati seseorang, Minyoung berhasil membuatku tidak kesal lagi padanya. Akupun bersedia saat ia memintaku untuk mengantarnya ke perpustakaan. Entahlah yang kutau ia bukan orang yang gemar membaca buku. Mungkin sesuatu membentur kepalanya dan membuatnya jatuh di tumpukan buku makanya sekarang ia jadi ingin pergi ke perpustakaan. Aku sih ikut saja.
                Aku mengikutinya duduk di salah datu komputer yang disediakan di perpus. Aku mulai mencium bau keanehan.
                Benar saja, ia pergi ke perpus untuk numpang membuka internet. Pantas saja, jarang jarang ia mau pergi ke perpustakaan. Ternyataaaaa....
                Aku duduk tak jauh dari meja komputer yang dipakai Minyoung. Ia mengetik dengan cepat, dan sesekali tersenyum. Kulihat ada sedikit keanehan, aku pun menghampirinya.
“kau sedang apa?” tanyaku pensaran, Minyoung tak bergeming saat kutanya. Ia tetap fokus pada layar komputer. Aku lihat apa yang sedang ia lakukan. Copy-paste, itulah yang aku lihat. Ia sedang mengcopy suatu file dan ia masukan ke ipodnya yang ia sambungkan ke komputer itu.
“ yak kau sedang apa?” tanyaku lag, kali ini dia merespon dan menatapku sejenak.
“aku tadi mendownload semua video Lee Gunwoo, lalu aku masukan ke ipod. Aku bisa sih minta pada hyerin, tapi laptopnya mati. Aku harus menunggu sampai besok, karena  aku sudah penasaran aku mendownloadnya disini, kalau kau mau kau tinggal mengopinya dari ku Seoya” jelasnya. Dia belum berubah, dan tidak peka dengan perasaanku ini.
“ tidak terimakasih, aku sama sekali tidak tertarik” kataku mulai malas untuk meladeninya “kenapa kau tidak mengajak yang lain saja, kenapa harus aku?”
“cuman kau yang dari tadi menganggur,hhee....”
“aish..” gumam ku kecil, minyoung tetap fokus pada apa yang ia kerjakan sekarang.
“bener nih gak mau?”  tanyanya sambil tersenyum sok manis kepadaku, aku hanya menjawab tatapan Aku-tidak-butuh padanya.
“baiklah,,,,, tidak ada kesempatan kedua loh..” katanya lagi, aku hanya bisa berdecak pelan. Tak lama aku melihat minyoung terus menggeliat, ia pun berballik lalu tersenyum menyeringai padaku.
“Mwooo?” tanyaku,
“hehhe aku kebelet buang air, kau bisa menunggu disini. sebentar kok”
Apalagi sekarang?? “hss, keurae, palliya!” kataku lalu ia berlari kecil menuju kamar kecil yang berada sedikit jauh dario perpusatakaan.
Kini pandanganku tertuju pada sebuah tab yang muncul di layar komputer. Ia masih mengcopy file filenya Lee Gunwoo itu. Ckckc. Sebagus apakah dia sampai samapai bisa membuat minyoung antusias begitu. Apakah aku perlu melihatnya?? Ahh untuk apa? Toh tidak ada untungnya bagiku. Tapiii.. mungkin hanya mengcopy file mp3nya saja tidak akan apa-apa, mumpung Minyoung sedang tidak ada disini. Mm.. apakah aku harus melakukanyya? Baiklah. Anggap saja ini hanya iseng belaka.
Aku pun berjalan mendekati komputer itu. Aku memandangi sebentar layar komputer yang ada didepan ku ini. Setelah mendebatkanya kembali di dalam hatiku, aku pun akhirnya memutuskan dengan mantap bahwa aku akan mengambil file file Lee gunwoo itu juga.tapii.. dimana aku bisa menyimpan copyanya ini? Aku sama sekali tidak mebawa ipod atau flashdisk ku. Eotheokhae?
“Greeeekk!” sebuah suara decitan kursi yang beradu dengan lantai membuatku terkesiap dan dan langsung menatap kearah sumber bunyi decitan itu. Ternyata seorang namja yang hendak duduk di depan meja komputer yang berada di sebelahku itu terlalu keras saat ia menggeser kursi yang hendak ia pakai, hal itu membuat beberapa orang yang sedang berada di perpustakaan menatapnya karena memang keadaan perpus saat itu sedang dalam keadaan hening, termasuk aku yang ada disebelahnya.
Namun, aku bukan saja memandangi namja itu tapi juga pada barang yang tergantung dilehernya. Flashdisk!! Setelah kegirangan didalam hati karena telah menemukan barang yang sangat aku butuhkan sekarang. Aku lalu memandang wajah namja itu, untuk memastikan aku mengenalinyaatau tidak. Tapi, sayang wajahnya benar benar tidak aku kenali, bagaimana aku bisa meminjam flashdisk milik namja itu. Hsssss.
Akhirnya, dengan mrnghilangkan rasa malu aku pun mencoba untuk mendekati namja itu, dengan maksud untuk meminjam flasdisknya. Ia memeregokiku saat aku sedang menatapnya yang terlihat seperti seorang yeoja yang sedang bernafsu. Merasa terganggu, ia malah menatapku tajam, tatapan yang kurang bersahabat.
“cheogii....” panggilku sok manis.
“mwo?” katanya dengan tatapan kesal, sepertinya aku telah mengganggu aktivitasnya.
“begini, aku hendak mencopy tugas tugasku, tapi ternayata aku lupa membawa flasdiskku” jelasku, ia tatap mendengarkan penjelasanku meski dengan raut  muka yang sedikit sangar. “bolehkan aku meminjam flashdisk mu? Aku akan mengembalikannya kok” kataku mencoba meminta dengan halus.
“ckckck.. kita saja tidak saling kenal, kau malah   mau meminjam flashdisk padaku?” katanya tidak percaya.
“aku berjani akan mengembalikannya kok, ayolah.. kita kan teman satu sekolah, kau harus membantuku, aku sangat membutuhkannya sekarang” pintaku kembali dengan wajah memelas, ia mengerutkan keningnyadan kembali berdecak heran. “aku janji akan mengembalikanya saat pulang sekolah, otte?”
“tidak bisa, aku ada—“
“ayolah.. tolong aku sekali ini” kataku memotong kata katanya, dan mencoba untuk menunjukan wajah memelas plus mata berlinang. Kali ini sepertinya berhasil.
“hss.. baiklah, pulang sekolah kau harus langsung mengembalikanya” katanya sambil melempar flashdisk itu kearahku. Yep! “5 menit setelah bel kau harus sudah ada di taman sebelah lapang, aku akan meunggumu disana. Sebentar saja terlambat kau akan tau rasa!” katanya memeringatiku, tapi aku hiraukan karena aku sudah dapatkan flashdisknya.
“mm.. aku tidak akan terlambat, aku akan mengemballikanya padamu seperti semula tidak ada gores atau sampai merusaknya.. kamsahamnidaa.. eeeh, kau mau kemana?” tanya ku saat ia beranjak dari kursinya
“apalagi? Flashdiskku sudah kau pinjam, untuk apa aku disini terus, ingat jangan samapai telat!” katanya sambil lalu, ckck sangat menyebalkan, aku cuman meminjam flashdisknya saja kok.
Sekarang sudah ada flashdisk di tangan ku, tidak usah menunggu lama aku langsung bergerak cepat. Tahap pertama aku masukan flashdisknya, tahap kedua aku memilih file mana saja yang akan ku copy, klik kanan à copy, tahap ke tiga klik kanan pada drive flasdiskknya lalu  paste. Aku tinggal menunggu prosesnya. Dan yep! Its done!!. Dengan secepat kilat aku langsung mencabut flashdisk itu.
Memang keberuntungan sedang ada ditanganku, baru aku kembali duduk di tempatku, aku melihat Minyoung datang, hufftt waktunya pas sekali. Ia senyum menyeringai padaku, dan meminta maaf karena telah membuatku menunggu sekitar 15 menitan. Aku hanya bilang “gwaenchana..” dan hatiku mengucapkan terimaksih padanya, karena dia telah membuatku menunggu lama aku jadi bisa mengcopy file file Lee Gunwoo itu, tanpa ada yang mengetahui. Hehehehe..


                “tukk”
Sebuah gumpalan kertas mendarat mulus dikepalaku, membuatku tersadar dari lamunan panjangku di pelajaran histoiric siang ini. Aku berbalik mencari sumber dari bola kertas ini, mataku menangkap hyerin yang tersenyum puas sambil melihat ke arahku. Hsss. Hyerin!
Setelah memperingati hyerin dengan pelototanku, aku kembali duduk seperti sedia kala. Tak lama aku merasakan kantuk lagi, hal yang sering terjadi di saat pelajaran sejarah berlangsung. Bukan hanya aku, tapi hampir seluruh teman sekelasku juga mengalami hal yang sama denganku.
“hssss” gumamku kesal, lama lama aku bisa mati bosan!. Kutatap jam tangaku, jam pulang masih 20 menit lagi, tapi aku sudah benar benar mengantuk, grr. Aku ingin cepat pulang dan langsung tidur. Ah aku lupa, aku ada janji dengan namja yang meminjamkanku flashdisk tadi, yah mungkin tidak akan lama, kuharap. Soal file file tentang Lee gunwoo itu sudah ku masukan ke laptop juga ipodku, belum sempat didengar sih, mungkin sepulang sekolah aku baru bisa mendengarkan suara namja itu. Aku meraih ipodku yang kutaruh di dalam kolong bangku, dan menekan tombol on. Aku benar benar butuh hiburan, kalau tidak, bisa bisa aku ketiduran disni.
Setelah beberapa lagu kudengar, aku kembali menatap jam tanganku. Masih 5 menit lagi sepertinya. Aku pun menekan tombol next untunk memutar lagu berikutnya. Seluruh tubuhku mulai tergerak karena alunan lagu yang sekarang aku denngarkan ini. Melody yang sangat halus membuatku bisa merefresh otakku. Aku seperti asing dengan lagu ini, padahal aku tau sekali lagu apa saja yang aku masukan ke ipodku, tapi lagu ini seperti baru pertama kali aku dengarkan. Aku mulai terdiam saat muncul sebuah suara nan halus yang mampu membuat bulu kudukku berdiri “suara yang indahhh!” gumam ku dalam hati sambil terus menikmati lagu tersebut. aku men setting dengan mode : repeat one sehingga aku hanya bisa mendengarkan lagu ini. Sepertinya aku jatuh cinta dengan lagu ini dan orang yang menynyikannya, eh, tapi siapa yang menyanyikannya?
 “ Lee Gun Woo??”
Nama itu benar benar membuatku kaget. Lagu itu, suara itu, milik seorang namja bernama Lee Gunwoo yang telah membuatku kalah dari singing contest tahun ini.hsss... benar kata minyoung dan Hyerin, suaranya memang bagus, malah sangat bagus. Suaranya memiliki ciri khas yang unik, membuat orang yang mendengarkan lagunya terus terajak untuk tetap mendengar lagu itu.   Mendapati kenyataan bahwa suara Lee Gunwoo itu lebih baik dari suara ku, membuatku semakin kesal padaku sendiri, entah mengapa.

TBC-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar