Tittle : My Name
Author : Awessong
Cast : cari sendiri (?)
Gendre : Romance
Lenght : 2shoot (part 2)
Rating : PG17
------------------------------------------------------------------------------------------
“Gunwoo oppa!!”
Teriakan seorang yeoja yang terdengar olehku yang sedang berjalan
di lorong kelas, membuatku terhenti dan berbalik
mencari dimana keberadaan yeoja yang berteriak memanggil nama ‘Gunwoo oppa’
tadi. Namun yeoja itu sudah menghilang, aku pun mendesah. Kukira ada orang yang
memanggil namaku, namun aku baru sadar mana mungkin ada yang memanggilku dengan
sebutan ‘oppa’. Yeoja tadi pasti hendak memanggil namja itu, Lee Gunwoo.
Sepanjang perjalananku menuju taman,
hampir semua orang yang kulewati sedang membicarkan tentangnya. Mereka bilang
“eh, Gunwoo bla bla bla...” atau “apa kau tau, Gunwoo bla bla bla”. Semua orang
membicarakan Gunwoo Gunwoo dan Gunwoo, sepertinya ia sudah jadi bintang
sekarang. Tapi bisakah kalian berhenti memanggil nama Gunwoo??. Setiap kali ada
yang menyebutkan nama Gunwoo aku juga langsung ikut menoleh, aku selalu mengira
kalau mereka sedang membicarakan aku, atau memanggilku, aishh.
“Gunwoo!!!!”
“Yak Gunwoo!!”
“YAK SEO GUNWOO!!!”
Sebuah lengan menarik bahuku dengan kasar, kutatap wajah orang yang telah
menarikku tadi dengan tatapan kesal, gadis ini Hyerin!
“Mwoo??” kataku
bersungut kesal.
“eisshh! Kau tau
sedari tadi aku meneriaki namamu, memanggilmu, tapi tidak ada respon sedikitpun
dari mu!” kata gadis ini tak kalah kesal.
“benarkah?? kukira
hanya ada orang yang memanggil namja itu, hhe mian!” kataku nyengir sambil
mengangkat satu tanganku.
“namja itu? Nugu?”
“Gunwoo..”
“namja? Kau namja?
Huh!!” pekiknya heboh, terkadang kepolosannya itu lebih mendekati dungu ckcckc.
“bukan Kang Hyerin!
Kau tau Lee Gunwoo!” kata ku kesal karena secara terpaksa harus mengucapkan
nama namja itu.
“ooh, kukira kau
berubah kelamin” katanya disambut tatapan sangar dariku dia malah cengengesan.
“kenapa kau memanggilku?” kataku
“aku hanya mau
bilang... kau pulang duluan saja, hari ini ada pertunjukan yang akan kutonton “
katanya sambil tersenyum sok manis. “pertunjukan apa memang?” tanyaku karena
aku memang tidak tau.
“kau tidak akan ingin
mengetaui pertunjukan apa dan siapa hari ini, kau akan membencinya” katanya
kembali tertawa. Aku hanya mengerutkan keningku tidak mengerti. Kami pun
berpisah saat tiba di pintu loby sekolah. Ia pergi ke arah auditotium, dan aku
menuju taman depan sekolah.
Kulihat dari kejauhan,
tidak adanya sosok namja tadi yang telah meminjamkan flashdisknya padaku.
Mungkin aku terlalu cepat datang. Aku pun duduk disalah satu kursi yang berada
di pinggir taman, dan aku pun mengeluarkan ipodku. Reflek aku menekan tombol
play di lagu yang dinyanyikan Lee
Gunwoo. Dan sekali lagi aku kembali terpesona dengan suaranya. Fikiranku mulai
melayang layang, Lee Gunwoo itu seperti apa? Apa dia tampan? Apa melebihi Choi
Siwon ? ckck tidak mungkin... tapi, suaranya memang bagus, aku harap orangnya
juga sebaik suaranya.
“AGGGHHH!!!” pekik ku
seketika saat ku menyadari keanehan pada diriku kali ini, aku tidak pernah
sepenasaran ini pada seseorang. “kenapa aku selau memikirkan orang itu!!”
sesalku dengan suara yang cukup keras.
“apa salahnya kalau
kau selalu memikirkan seseorang itu?”
Sebuah suara muncul
dari arah samping kiri ku. Dengan cepat aku menoleh dan menatap si pemilik
suara yang telah membuatku setengah kaget itu. Aku berdehem saat mengetahui
siapa orang itu.
“ani, hanya aneh saja,
“ kataku dengan sedikit merasa malu
“mana Flashdiskku?” tanyanya,
namja yang telah meminjamkan flashdisknya padaku. Aku sedikit menghiraukannya,
dan malah menatapnya dengan wajah yang kebingungan. Ia menatapku aneh, sama
seperti tadi saat diperpustakaan. “apa kau kenal Lee Gunwoo?” tanyaku spontan.
“eh? Nugu?” tanya nya
kembali, “Lee GunWoo, neo ara?” kataku sedikit mengeraskan suara ku.
“emm, sepertinya. Tapi
memang kau tidak mengenalnya?”
Aku menggeleng mantap, aku memang tudak tau “itulah yang aku herankan,
semenjak ia mengalahkanku saat singing contest kemarin, ia jadi mendadak
populer, semua orang mengetahuinya, tapi anehnya aku tidak pernah bertemu
dengannya” kataku, lebih terdengar seperti bergumam namun namja itu
mendengarkanya.
“mengalahkanmu?
Berarti kau.....” katanya sambil menunjukan jari telunjuknya kearah ku, aku
langsung menatapnya kesal, aku tau... ia akan bilang bahwa aku yeoja yang
dengan percaya dirinya naik ke panggung merasa dirinya telah memenangkan
perlombaan itu, padahal bukan aku pemenanganya. “kau Gunwoo?” tanyanya
“mmm, Seo GunWoo,
namaku dan namanya hanya berbeda marga....” jelasku sebelum ia berrtanya.
“wow keren namamu bisa
sama dengan orang lain”
“itu bukan salah satu hal yang perlu aku
banggakan..” kataku meratap. “aku masih penasaran, seperti apa gunwoo itu? “
tanyaku kembali ketopik awal.
“menurutmu?”
Aku menarik napas, lalu memutar bola mataku. Fikiranku mulai bereaksi
membayangkan seperti apa Gunwoo itu. “mmm, dari suara yang aku dengarkan dari
lagunya sih.. sepertinya dia orang yang bijaksana lalu..... tenang.... sedikit
dingin... dan tampan” kataku, entah mengapa setelah mengucapkan kata ‘tampan’
ia menatapku lalu tersenyum, bodohnya aku malah ikut tersenyum, oke aku memang
bodoh bukan?
Terdengar ia sedikit
terkekeh “ kau seperti sedang jatuh cinta pada orang itu, padahal kau belum
bertemu dengan orangnya bukan?” katanya sambil tersenyum lagi, aku malah ikut
tersenyum, merasa geli sendiri denagn kata kataku tadi.
“entahlah, sepertinya
aku jatuh cinta pada suaranya, aku belum bisa memastikan kalau aku bertemu
dengannya, apa aku ikut jatuh cinta padanya?” kataku yang lebih terlihat
seperti sedang curhat, pada namja yang belum aku kenal ini. Kami malah terkekeh
berdua.
“yak!! Mana
Flashdiskku! Kau malah mengajakku ngobrol!” katanya hampir mengagetkanku. Aku
pun langsung melemparkan Flashdisk itu padanya, dengan cekatan ia menangkapnya
lalu memasukkannya pada saku baju seragamnya. “oh iya! Dataku masih disana, aku
lupa menghapusnya, kau hapus saja ya sendiri” kataku sedikit malu malu, ia
malah berdehem.
“oh ya kalau kau masih
penasaran dengan Lee Gunwoo, sekarang datang ke auditorium, ia akan bernyanyi
beberapa lagu disana” ucapnya sambil beranjak dari kursi yang tadi ia duduki.
Aku ikut berdiri.
“benarkah?” tanyaku,
lalu teringat pada Hyerin yang bilang
akan ada acara di Auditorium, ckcckck mungkinkah yang dimaksudnya adalah
pertunjukannya Lee GunWoo? Pantas ia melarangkku datang.
“oh ya siapa namamu
tadi?”
“Gunwoo, Seo Gunwoo!”
“keurae, sampai ketemu
di auditorium nanti” katanya lalu mulai
beranjak.
“Neee” kataku, ia mulai berjalan lebih cepat. “oh
ya.. Siapa namamu?!!” tanyku sedikit berteriak.
“namaku, LEE GUNWOO!”
“Oh Nee! GUMAWOO GUNWOO-SHHI!!” kataku
sambil melambaikan kedua tanganku, dan tersenyum padanya. Tunggu......
“LEE GUNWOO??????????”
Kakiku
terasa berat untuk melangakah selangakah lagi menuju mulut pintu didepanku ini,
hati ku bilang aku harus masuk tapi otakku malah menyuruhkku untuk tidak sama
sekali menyentuh ruangan itu. Tapi logikanya, orang yang berada di keadaan
sepertiku akan langsung menjauh dari
segala sesuatunya yang berbau tentang namja itu, Lee Gunwoo. Haish! Pada
dasarnya aku memang bodoh, bagaimana aku bisa curhat pada namja yang baru tadi
siang aku kenal. Dan ternyata namja itu adalah object dari segala pembicaraan
yang aku ucapkan pada namja tadi. Namun aku juga belum yakin kalau namja yang
tadi itu benar Lee Gunwoo, kedengarannya sih
benar tapi aku berharap dia buka Lee Gunwoo yang sebenaarnya, T,T. Cukup
lama aku berfikir sambil berdiri didepan pintu auditorium itu, mungkin aku
harus masuk untuk memastikannya. Akhirnya aku pun melangakah masuk keruangan
itu.
"SEOYA!"
Kudengar sebuah suara memanggil namaku
cukup keras, akupun langsung mencari dimana suara itu berasal, sepersekian
detik kemudian. Aku melihat Hyerin duduk di salah satu kursi sambil melambaikan
tangannya padaku "Seoya!" panggilnya lagi sambil mentitahku untuk
segera mendekatinya.
"apa ini seo Gunwoo temanku?"
tanyanya disusul tatapan kesalku padanya. "apa kau mau menonton
pertunjukan kali ini? Pertunjukan Lee Gunwoo?"tanyanya dengan nada heran.
"anii.." jawabku acuh, padahal
sebenarnya aku memang mau menonton Lee Gunwoo.
"trus kamu kesini untuk apa?"
"akuu...." terdiam sejenak untuk
berfikir "cuma iseng aja kok"
lanjutku. Hyerin manggut manggut. Aku duduk disebelah hyerin, sambil terus
melirk kanan kiri waspada kalau lee gun woo itu keluar.
Semakin lama aku menunggunya, semakin
cepat jantungku berdetak. Entah mengapa. Perasaan ini bercampur aduk, antar
kesal, penasaran, dan malu. Hiks.
Saat aku mencoba untuk menutup mata
sebentar, hyerin menarik salah satu lenganku. "itu dia!" katanya,
perlahan mataku terbuka.
"sial!"desisku sedikit berbisik.
Dia memang benar Lee Gunwoo, orang yang telah mengalahkanku yang telah
membuatku malu sekaligus orang yang sudah meminjamkan flasdisknya padaku, yang
sudah mendengar curhat colonganku ._. Lee Gun Woo naik ke atas panggung dengan
wajah coolnya, sesekali ia melempar senyum pada orang orang yg meneriaki
namanya. Ia pun duduk di depan sebuah piano besar berwarna hitam pekat, dan
sedikit merapikan tempat duduk dan sekitar area tempat ia akan bermain musik,
terlihat sekali ia merupakan orang yang sangat perfectionis. Setelah memastikan
segala sesuatunya telah berjalan dengan baik, ia mengangkat kepalanya dan
menyebarkan pandanganya keseluruh penjuru ruangan yang berkapasitas 500 orang
ini.
Alih alih menyembunyikan diri, aku
mengambil paksa sebuah majalah yang dipegang hyerin dan menyimpannya di depan
wajahku, aku harap ia tidak melihatku. "anyeonghaseo, Lee Gun Woo ibnida"
sambutnya kepada para penonton, suaranya terdengar jelas dan terlihat sedikit
samar samar di pandanganku dari balik majalah yang kupegang ini.
"aku berterimakasih kepada semua yang
telah berkenan hadir di panggung pertamaku ini, aku harap kalian tidak bosan
dengan penampilanku dan kalian bisa terhibur, sekali lagi aku ucapkan
terimakasih kepada teman teman sekalian yang telah terus mendukungku."
"wah! Dia tampan sekali! Benarkan
Seoya?" ucap Hyerin terkagum akan pesona akan apa yang ditampilkan lee gun
woo itu dipanggung. Aku diam tidak menanggapinya, karena ternyata aku pun
terpesona akan gayanya dalam berbicara itu, sial!. Namum caranya berbicara
berbeda dengan saat ia berbicara denganku tadi, sangatlah kasar.
Hampir 5 menit ia tetap memberikan kata sambutanya
yang berisi cerita ceritanya. Setelah itu ia berhenti dan kembali mengedarkan
pandangannya ke seluruh penjuru auditorium.
"hari ini aku bertemu dengan
seseorang, yah menurutku pertemuan kami terbilang unik. Dan aku harap dapat
melihatnya disini, karna ia sendiri yang bilang ingin sekali melihat
penampilanku." katanya sambil tersenyum-senyum, aku menutup mataku, aku
kira aku tau siapa yang ia bicarakan.
"Seoya! Bukankah itu majalahku!
Yak!" Hyerin mendesis, mengambil lagi malahnya dari tanganku, aku mulai
panik.
"Hyerinaa, aku pinjam dulu
majalahnya!" kataku sambil mencoba kembali merebut paksa majalah itu.
Sampai akhirnya suara kami terdengar oleh beberapa orang, mereka langsung
menatap kami kesal. Kami pun meminta maaf, dan akhirnya aku mengalah.
Saat aku kembali menghadap kepanggung, aku
mendapati Gumwoo sedang menatapku, sambil tersenyum. Andwae! Dia melihatku!
"ternyata kau datang" katanya
sambil menatapku, satu persatu orang orang mulai mencari kemana pandangan gunwoo itu tertuju, dan mereka
menemukanku. Hyerin yang secara aneh otaknya berjalan dengan cepat, langsung
menatapku kaget.
"seoya?" katanya heran. Aku
panik.
"terimakasih kau sudah mau mampir,
aku harap penampilanku ini dapat menjawab pertanyaanmu tadi" katanya
sambil menatapku lekat dari kejauhan. Ia mulai menekan tuts untuk intro
lagunya.
"semuanya, selamat menyaksikan"
katanya berhenti sebentar, lalu melanjutkanya lagi. Mataku membulat saat ku tau
ia memainkan lagu yang sedari tadi aku dengarkan, lagu yang telah membuatku
jatuh cinta pada suaranya.
Dan sepertinya aku juga jatuh cinta pada
orang itu, Lee Gun Woo? ANDWAE!!!
end-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar