Jumat, 13 Juli 2012

(2shoot) MY NAME part2


Tittle      : My Name
Author  : Awessong
Cast : cari sendiri (?)
Gendre   : Romance
Lenght   : 2shoot (part 2)
Rating   : PG17


------------------------------------------------------------------------------------------

“Gunwoo oppa!!”
Teriakan seorang yeoja yang terdengar olehku yang sedang berjalan di lorong kelas, membuatku terhenti dan berbalik mencari dimana keberadaan yeoja yang berteriak memanggil nama ‘Gunwoo oppa’ tadi. Namun yeoja itu sudah menghilang, aku pun mendesah. Kukira ada orang yang memanggil namaku, namun aku baru sadar mana mungkin ada yang memanggilku dengan sebutan ‘oppa’. Yeoja tadi pasti hendak memanggil namja itu, Lee Gunwoo.
Sepanjang perjalananku menuju taman, hampir semua orang yang kulewati sedang membicarkan tentangnya. Mereka bilang “eh, Gunwoo bla bla bla...” atau “apa kau tau, Gunwoo bla bla bla”. Semua orang membicarakan Gunwoo Gunwoo dan Gunwoo, sepertinya ia sudah jadi bintang sekarang. Tapi bisakah kalian berhenti memanggil nama Gunwoo??. Setiap kali ada yang menyebutkan nama Gunwoo aku juga langsung ikut menoleh, aku selalu mengira kalau mereka sedang membicarakan aku, atau memanggilku, aishh.
“Gunwoo!!!!”
“Yak Gunwoo!!”
“YAK SEO GUNWOO!!!”
Sebuah lengan menarik bahuku dengan kasar, kutatap wajah orang yang telah menarikku tadi dengan tatapan kesal, gadis ini Hyerin!
                “Mwoo??” kataku bersungut kesal.
                “eisshh! Kau tau sedari tadi aku meneriaki namamu, memanggilmu, tapi tidak ada respon sedikitpun dari mu!” kata gadis ini tak kalah kesal.
                “benarkah?? kukira hanya ada orang yang memanggil namja itu, hhe mian!” kataku nyengir sambil mengangkat satu tanganku.
                “namja itu? Nugu?”
                “Gunwoo..”
                “namja? Kau namja? Huh!!” pekiknya heboh, terkadang kepolosannya itu lebih mendekati dungu ckcckc.
                “bukan Kang Hyerin! Kau tau Lee Gunwoo!” kata ku kesal karena secara terpaksa harus mengucapkan nama namja itu.
                “ooh, kukira kau berubah kelamin” katanya disambut tatapan sangar dariku dia malah cengengesan. “kenapa kau memanggilku?” kataku
                “aku hanya mau bilang... kau pulang duluan saja, hari ini ada pertunjukan yang akan kutonton “ katanya sambil tersenyum sok manis. “pertunjukan apa memang?” tanyaku karena aku memang tidak tau.
                “kau tidak akan ingin mengetaui pertunjukan apa dan siapa hari ini, kau akan membencinya” katanya kembali tertawa. Aku hanya mengerutkan keningku tidak mengerti. Kami pun berpisah saat tiba di pintu loby sekolah. Ia pergi ke arah auditotium, dan aku menuju taman depan sekolah.
                Kulihat dari kejauhan, tidak adanya sosok namja tadi yang telah meminjamkan flashdisknya padaku. Mungkin aku terlalu cepat datang. Aku pun duduk disalah satu kursi yang berada di pinggir taman, dan aku pun mengeluarkan ipodku. Reflek aku menekan tombol play di lagu yang dinyanyikan  Lee Gunwoo. Dan sekali lagi aku kembali terpesona dengan suaranya. Fikiranku mulai melayang layang, Lee Gunwoo itu seperti apa? Apa dia tampan? Apa melebihi Choi Siwon ? ckck tidak mungkin... tapi, suaranya memang bagus, aku harap orangnya juga sebaik suaranya.
                “AGGGHHH!!!” pekik ku seketika saat ku menyadari keanehan pada diriku kali ini, aku tidak pernah sepenasaran ini pada seseorang. “kenapa aku selau memikirkan orang itu!!” sesalku dengan suara yang cukup keras.
                “apa salahnya kalau kau selalu memikirkan seseorang itu?”
                Sebuah suara muncul dari arah samping kiri ku. Dengan cepat aku menoleh dan menatap si pemilik suara yang telah membuatku setengah kaget itu. Aku berdehem saat mengetahui siapa orang itu.
                “ani, hanya aneh saja, “ kataku dengan sedikit merasa malu
               “mana Flashdiskku?” tanyanya, namja yang telah meminjamkan flashdisknya padaku. Aku sedikit menghiraukannya, dan malah menatapnya dengan wajah yang kebingungan. Ia menatapku aneh, sama seperti tadi saat diperpustakaan. “apa kau kenal Lee Gunwoo?” tanyaku spontan.
                “eh? Nugu?” tanya nya kembali, “Lee GunWoo, neo ara?” kataku sedikit mengeraskan suara ku.
                “emm, sepertinya. Tapi memang kau tidak mengenalnya?”
Aku menggeleng mantap, aku memang tudak tau “itulah yang aku herankan, semenjak ia mengalahkanku saat singing contest kemarin, ia jadi mendadak populer, semua orang mengetahuinya, tapi anehnya aku tidak pernah bertemu dengannya” kataku, lebih terdengar seperti bergumam namun namja itu mendengarkanya.
                “mengalahkanmu? Berarti kau.....” katanya sambil menunjukan jari telunjuknya kearah ku, aku langsung menatapnya kesal, aku tau... ia akan bilang bahwa aku yeoja yang dengan percaya dirinya naik ke panggung merasa dirinya telah memenangkan perlombaan itu, padahal bukan aku pemenanganya. “kau Gunwoo?” tanyanya
                “mmm, Seo GunWoo, namaku dan namanya hanya berbeda marga....” jelasku sebelum ia berrtanya.
                “wow keren namamu bisa sama dengan orang lain”
“itu bukan salah satu hal yang perlu aku banggakan..” kataku meratap. “aku masih penasaran, seperti apa gunwoo itu? “ tanyaku kembali ketopik awal.
“menurutmu?”
Aku menarik napas, lalu memutar bola mataku. Fikiranku mulai bereaksi membayangkan seperti apa Gunwoo itu. “mmm, dari suara yang aku dengarkan dari lagunya sih.. sepertinya dia orang yang bijaksana lalu..... tenang.... sedikit dingin... dan tampan” kataku, entah mengapa setelah mengucapkan kata ‘tampan’ ia menatapku lalu tersenyum, bodohnya aku malah ikut tersenyum, oke aku memang bodoh bukan?
                Terdengar ia sedikit terkekeh “ kau seperti sedang jatuh cinta pada orang itu, padahal kau belum bertemu dengan orangnya bukan?” katanya sambil tersenyum lagi, aku malah ikut tersenyum, merasa geli sendiri denagn kata kataku tadi.
                “entahlah, sepertinya aku jatuh cinta pada suaranya, aku belum bisa memastikan kalau aku bertemu dengannya, apa aku ikut jatuh cinta padanya?” kataku yang lebih terlihat seperti sedang curhat, pada namja yang belum aku kenal ini. Kami malah terkekeh berdua.
                “yak!! Mana Flashdiskku! Kau malah mengajakku ngobrol!” katanya hampir mengagetkanku. Aku pun langsung melemparkan Flashdisk itu padanya, dengan cekatan ia menangkapnya lalu memasukkannya pada saku baju seragamnya. “oh iya! Dataku masih disana, aku lupa menghapusnya, kau hapus saja ya sendiri” kataku sedikit malu malu, ia malah berdehem.
                “oh ya kalau kau masih penasaran dengan Lee Gunwoo, sekarang datang ke auditorium, ia akan bernyanyi beberapa lagu disana” ucapnya sambil beranjak dari kursi yang tadi ia duduki. Aku ikut berdiri.
                “benarkah?” tanyaku, lalu teringat pada Hyerin yang  bilang akan ada acara di Auditorium, ckcckck mungkinkah yang dimaksudnya adalah pertunjukannya Lee GunWoo? Pantas ia melarangkku datang.
                “oh ya siapa namamu tadi?”
                “Gunwoo, Seo Gunwoo!”
                “keurae, sampai ketemu di auditorium nanti” katanya lalu  mulai beranjak.
                “Neee”  kataku, ia mulai berjalan lebih cepat. “oh ya.. Siapa namamu?!!” tanyku sedikit berteriak.
“namaku, LEE GUNWOO!”
“Oh Nee! GUMAWOO GUNWOO-SHHI!!” kataku sambil melambaikan kedua tanganku, dan tersenyum padanya. Tunggu......
“LEE GUNWOO??????????”


                Kakiku terasa berat untuk melangakah selangakah lagi menuju mulut pintu didepanku ini, hati ku bilang aku harus masuk tapi otakku malah menyuruhkku untuk tidak sama sekali menyentuh ruangan itu. Tapi logikanya, orang yang berada di keadaan sepertiku akan langsung menjauh  dari segala sesuatunya yang berbau tentang namja itu, Lee Gunwoo. Haish! Pada dasarnya aku memang bodoh, bagaimana aku bisa curhat pada namja yang baru tadi siang aku kenal. Dan ternyata namja itu adalah object dari segala pembicaraan yang aku ucapkan pada namja tadi. Namun aku juga belum yakin kalau namja yang tadi itu benar Lee Gunwoo, kedengarannya sih  benar tapi aku berharap dia buka Lee Gunwoo yang sebenaarnya, T,T. Cukup lama aku berfikir sambil berdiri didepan pintu auditorium itu, mungkin aku harus masuk untuk memastikannya. Akhirnya aku pun melangakah masuk keruangan itu.
"SEOYA!"
Kudengar sebuah suara memanggil namaku cukup keras, akupun langsung mencari dimana suara itu berasal, sepersekian detik kemudian. Aku melihat Hyerin duduk di salah satu kursi sambil melambaikan tangannya padaku "Seoya!" panggilnya lagi sambil mentitahku untuk segera mendekatinya.
"apa ini seo Gunwoo temanku?" tanyanya disusul tatapan kesalku padanya. "apa kau mau menonton pertunjukan kali ini? Pertunjukan Lee Gunwoo?"tanyanya dengan nada heran.
"anii.." jawabku acuh, padahal sebenarnya aku memang mau menonton Lee Gunwoo.
"trus kamu kesini untuk apa?"
"akuu...." terdiam sejenak untuk berfikir  "cuma iseng aja kok" lanjutku. Hyerin manggut manggut. Aku duduk disebelah hyerin, sambil terus melirk kanan kiri waspada kalau lee gun woo itu keluar.
Semakin lama aku menunggunya, semakin cepat jantungku berdetak. Entah mengapa. Perasaan ini bercampur aduk, antar kesal, penasaran, dan malu. Hiks.
Saat aku mencoba untuk menutup mata sebentar, hyerin menarik salah satu lenganku. "itu dia!" katanya, perlahan mataku terbuka.
"sial!"desisku sedikit berbisik. Dia memang benar Lee Gunwoo, orang yang telah mengalahkanku yang telah membuatku malu sekaligus orang yang sudah meminjamkan flasdisknya padaku, yang sudah mendengar curhat colonganku ._. Lee Gun Woo naik ke atas panggung dengan wajah coolnya, sesekali ia melempar senyum pada orang orang yg meneriaki namanya. Ia pun duduk di depan sebuah piano besar berwarna hitam pekat, dan sedikit merapikan tempat duduk dan sekitar area tempat ia akan bermain musik, terlihat sekali ia merupakan orang yang sangat perfectionis. Setelah memastikan segala sesuatunya telah berjalan dengan baik, ia mengangkat kepalanya dan menyebarkan pandanganya keseluruh penjuru ruangan yang berkapasitas 500 orang ini.
Alih alih menyembunyikan diri, aku mengambil paksa sebuah majalah yang dipegang hyerin dan menyimpannya di depan wajahku, aku harap ia tidak melihatku. "anyeonghaseo, Lee Gun Woo ibnida" sambutnya kepada para penonton, suaranya terdengar jelas dan terlihat sedikit samar samar di pandanganku dari balik majalah yang kupegang ini.
"aku berterimakasih kepada semua yang telah berkenan hadir di panggung pertamaku ini, aku harap kalian tidak bosan dengan penampilanku dan kalian bisa terhibur, sekali lagi aku ucapkan terimakasih kepada teman teman sekalian yang telah terus mendukungku."
"wah! Dia tampan sekali! Benarkan Seoya?" ucap Hyerin terkagum akan pesona akan apa yang ditampilkan lee gun woo itu dipanggung. Aku diam tidak menanggapinya, karena ternyata aku pun terpesona akan gayanya dalam berbicara itu, sial!. Namum caranya berbicara berbeda dengan saat ia berbicara denganku tadi, sangatlah kasar.
Hampir 5 menit ia tetap memberikan kata sambutanya yang berisi cerita ceritanya. Setelah itu ia berhenti dan kembali mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru auditorium.
"hari ini aku bertemu dengan seseorang, yah menurutku pertemuan kami terbilang unik. Dan aku harap dapat melihatnya disini, karna ia sendiri yang bilang ingin sekali melihat penampilanku." katanya sambil tersenyum-senyum, aku menutup mataku, aku kira aku tau siapa yang ia bicarakan.
"Seoya! Bukankah itu majalahku! Yak!" Hyerin mendesis, mengambil lagi malahnya dari tanganku, aku mulai panik.
"Hyerinaa, aku pinjam dulu majalahnya!" kataku sambil mencoba kembali merebut paksa majalah itu. Sampai akhirnya suara kami terdengar oleh beberapa orang, mereka langsung menatap kami kesal. Kami pun meminta maaf, dan akhirnya aku mengalah.
Saat aku kembali menghadap kepanggung, aku mendapati Gumwoo sedang menatapku, sambil tersenyum. Andwae! Dia melihatku!
"ternyata kau datang" katanya sambil menatapku, satu persatu orang orang mulai mencari kemana  pandangan gunwoo itu tertuju, dan mereka menemukanku. Hyerin yang secara aneh otaknya berjalan dengan cepat, langsung menatapku kaget.
"seoya?" katanya heran. Aku panik.
"terimakasih kau sudah mau mampir, aku harap penampilanku ini dapat menjawab pertanyaanmu tadi" katanya sambil menatapku lekat dari kejauhan. Ia mulai menekan tuts untuk intro lagunya.
"semuanya, selamat menyaksikan" katanya berhenti sebentar, lalu melanjutkanya lagi. Mataku membulat saat ku tau ia memainkan lagu yang sedari tadi aku dengarkan, lagu yang telah membuatku jatuh cinta pada suaranya.
Dan sepertinya aku juga jatuh cinta pada orang itu, Lee Gun Woo? ANDWAE!!!

end-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar